Sebelumnya
aku pernah dikecewakan,
oleh
sebuah impian yang sebatas harapan.
Harapan
akan sebuah pertemanan.
Kemudian
aku melihatmu datang,
datang
membawa lentera kehidupan.
Aku
mulai yakin bahwa aku tak salah telah percaya.
Namun
sepenggal kejadian telah menciptakan tembok diantara kita.
Dan
membuat kita, menjadi sebatas aku dan kau.
Aku
meragukannya,
apakah
seorang sahabat memang nyata?
Rabu, 10 Februari 2016
Senin, 08 Februari 2016
Minggu, 11 Oktober 2015
Selasa, 06 Oktober 2015
::Selingan::
Tanpa sadar ia memperlakukanmu layaknya teman selingan.
Tak berarti banyak kau baginya.
Dia memang pernah berkata bahwa sulit hidup tanpa seorang
pria,
Tapi tak seharusnya juga ia tak menghiraukan
keberadaanmu.
Dia membatasi hidupnya darimu.
Hanya berbicara yang perlu dikatakan.
Tanpa sadar bahwa kau tersakiti dengan sifatnya.
Kau diam tak bicara,
Karena merasa tak berhak atas semuanya.
Hanya sebatas selingan ia menganggapmu.
Hanya karena seorang pria ia menyakitimu.
Dan semua itu membuktikan bahwa dia tak mempercayaimu,
Layaknya seorang teman dekat yang hanya pura-pura dekat.
To: Sukma
To: Sukma
Langganan:
Postingan (Atom)